SULTRUST.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Komisi lV DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersinergi, dalam meningkatkan inovasi dan kualitasnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).
Wujud sinergi tersebut nampak dengan terselenggaranya kegiatan UMKM Ekspo 2023 di Kota Kendari.
Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran eks MTQ Kendari, dan akan berlangsung selama 5 hari, yakni 8 sampai 12 Maret 2023.
Kepala Dunas (Kadis) DPMPTSP Provinsi Sultra, Parinringi mengatakan, pelaksanaan kegiatan ekspo di tahun ini menitikberatkan pada inovasi dan kualitas investasi yang ada di Sultra.
“Temanya adalah, pentingnya inovasi dan kualitas investasi. Artinya, setiap tahun kita akan melihat perkembangan seberapa besar dan UMKM mana yang melakuan inovasi, yang betul-betul berdampak kepada perekonomian di Sultra, khususnya di Kota Kendari,” ujarnya, Rabu (8/3/2023).
Parinringi juga menyebutkan, empat sampai lima tahun terakhir ini Sultra bukan lagi tempat persinggahan, tetapi menjadi tujuan. Dalam hal ini, karena Sultra telah memiliki perkembangan investasi yang cukup besar, khususnya di pertambangan.
“Sekarang Sultra sudah masuk 20 besar perkembangan investasi se Indonesia. Kita akan upayakan lagi supaya bisa masuk ke 10 besar. Dan bahkan beberapa kabupaten di Sultra seperti di konawe, itu sudah masuk 10 besar bukti investasi,” jelasnya.
“Total investasi di Morosi kemarin itu berkisar Rp 20 Triliun lebih, artinya sekitar Rp 20 triliun lebih yang berputar di Sultra, tentu akan berdampak pada UMKM, sehingga di kegiatan Expo setiap tahun ini, kita bisa mengukur seberapa besar progres pelaksanaan kegiatan ini dan dampaknya terhadap UMKM di Sultra,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sultra, Sudirman mengatakan, bahwa kegiatan yang dibuka hari ini bukan sekedar hanya terjadi transaksi saja, tetapi akan berdampak berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.
“Kegiatan ini adalah wadah bagi para pelaku UMKM melakukan promosi. Kalau misalkan banyak tamu yang datang merasakan atau menikmati apa yang disediakan para pelaku UMKM di sini, maka itu diibaratkan kontrak produk, dan itulah yang akan menjadi efek kontinu untuk para pelaku UMKM ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang karib disapa Imenk ini menambahkan, selain dari PTSP, pihaknya juga bermitra dengan koperasi dan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 juta kepada kurang lebih seribu pelaku UMKM di Sultra.
“Kurang lebih 1000 UMKM di Sultra ini telah dibantu oleh Dinas Koperasi, melalui bantuan stimulan Rp2 juta per UMKM. Hal itu akan terus dilanjutkan, dan akan didata para pelaku UMKM yang sangat layak untuk menerima. Kemudian, di luar daripada bantuan sosial atau bantuan-bantuan yang telah diberikan pemerintah sebelumnya. Pada prinsipnya sinergitas DPRD dan eksekutif akan terus terjalin di sini,” pungkasnya.
Laporan : Salman
Editor : Run



















