Kendari, Sultrust.com — Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang kreatif dan pembinaan karakter bagi generasi muda, Dojo Saibun muncul sebagai salah satu pusat pelatihan karate yang pertumbuhannya paling cepat di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Meski baru berdiri sekitar empat bulan pada 2025, dojo ini sudah mencatatkan lebih dari 100 anggota dan mulai menjadi rujukan baru bagi orang tua yang ingin anaknya berkembang dalam lingkungan yang disiplin, sehat, dan terarah.
Ketua Dojo Saibun, Amril Sabara, menegaskan bahwa mereka tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk fisik dan mental para anggota melalui latihan yang berlangsung setiap hari.
“Daripada anak-anak menghabiskan waktu bermain game, lebih baik kita arahkan ke olahraga agar tetap sehat dan bugar, seperti karate,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Menurut Amril, Dojo Saibun terbuka bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Karate, kata dia, memberikan manfaat lebih dari sekadar kemampuan bela diri. Ia melihat olahraga ini sebagai sarana pembentukan mental, penguatan kedisiplinan, sekaligus peluang masa depan bagi generasi muda.
“Karate bisa menjadi bekal masa depan, termasuk bagi yang bercita-cita menjadi tentara atau polisi,” jelasnya.
Dengan jumlah anggota yang terus bertambah, Dojo Saibun kini membidik perluasan ke berbagai kabupaten di Sultra.
“Saat ini baru ada di Kota Kendari. Insyaallah ke depan kami akan membuka cabang di daerah lain,” kata Amril.
Meski tergolong baru, Dojo Saibun telah memiliki prestasi yang mengundang perhatian. Para atlet binaan yang pernah turun pada Kejuaraan Asia 2023 di Malaysia berhasil membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu, capaian yang menjadi bukti kualitas pelatihan dan keseriusan pembinaan di dojo tersebut. Ke depan, mereka menargetkan pengiriman atlet ke lebih banyak kejuaraan, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Di lokasi yang sama, salah satu orang tua murid, Jumhari Baco, mengaku puas melihat perkembangan anaknya selama berlatih di Dojo Saibun.
“Pelatih disiplin namun tetap perhatian. Anak kami merasa nyaman dan bersemangat setiap kali berlatih. Kami melihat perkembangan besar dalam kepercayaan diri dan kedisiplinannya,” ujarnya.
Ia menilai keputusan memasukkan anaknya ke Dojo Saibun sebagai langkah tepat, mengingat pelatih tidak hanya mengajarkan teknik karate, tetapi juga nilai-nilai karakter seperti disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab.
“Lingkungannya aman dan suportif. Setelah beberapa bulan, anak kami jauh lebih percaya diri, fokus belajar, dan semakin aktif,” pungkasnya.
Para orang tua murid turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih yang dinilai telah memberikan perhatian penuh dalam mendidik anak-anak mereka. Dojo Saibun pun kian menegaskan perannya sebagai wadah pembinaan karate yang serius dan terstruktur bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara. (*)



















