Kendari, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra berkolaborasi menanamkan kesadaran literasi keuangan dan karakter positif sejak dini.
Melalui kegiatan bertajuk “BPMP Sultra Goes to School”, keduanya menyasar kalangan pelajar SMAN 11 Kendari untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan cakap digital, fondasi menuju Generasi Emas 2045.
Acara yang digelar di lingkungan sekolah itu diikuti oleh ratusan siswa, guru, tim BPMP Sultra, serta perwakilan Bank Indonesia. Sinergi ini menggambarkan langkah konkret dunia pendidikan dan otoritas moneter dalam membangun generasi yang tak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga tangguh menghadapi era ekonomi digital.
Kegiatan dibuka dengan sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang disampaikan oleh Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala, S.T., M.T. Ia mengajak siswa membiasakan diri hidup disiplin dan positif melalui tujuh kebiasaan sederhana namun berdampak besar: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
“Tujuh kebiasaan ini merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Usai sesi motivasi, suasana semakin hidup saat seluruh peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat di lapangan sekolah. Gerakan energik para siswa mencerminkan semangat kebersamaan untuk membudayakan hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Peran BI Sultra mulai terasa kuat dalam sesi berikutnya yang berfokus pada edukasi literasi keuangan digital. Di ruang perpustakaan, Muazjabal, perwakilan dari Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran (SP) BI Sultra, memperkenalkan teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada para pelajar. Ia menjelaskan bagaimana sistem pembayaran digital ini memudahkan transaksi secara aman, efisien, dan inklusif, sejalan dengan misi BI memperluas ekosistem ekonomi digital nasional.
“Generasi muda harus dibekali pemahaman tentang sistem pembayaran digital sejak dini agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang cerdas dan adaptif di masa depan,” ujar Muazjabal.
Sesi interaktif itu berlangsung hangat. Para siswa antusias mengajukan pertanyaan seputar keamanan transaksi dan cara menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari. Bagi Bank Indonesia, momen ini menjadi bentuk nyata komitmen memperkuat literasi digital dari bangku sekolah, sebuah investasi jangka panjang bagi ekonomi daerah.
Kepala SMAN 11 Kendari, H. La Ode Jaiddin, S.Pd., M.Sos., memberikan apresiasi atas kolaborasi antara BPMP dan BI Sultra yang dinilainya inspiratif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kegiatan ini sangat inspiratif dan aplikatif. Siswa kami tidak hanya mendapatkan nilai-nilai karakter melalui 7 KAIH, tetapi juga pemahaman praktis tentang keuangan digital yang relevan dengan dunia mereka saat ini,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan, BPMP Sultra menerima kenang-kenangan dari Sanggar SAPULIDI (SMABELS Punya Literasi Digital), simbol kerja sama dalam memperkuat pendidikan karakter dan digitalisasi sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat antara BPMP Sultra dan Bank Indonesia dalam mendidik generasi yang unggul, melek digital, dan siap bersaing di masa depan.
Melalui sinergi semacam ini, BI Sultra tidak sekadar hadir sebagai lembaga moneter, melainkan sebagai mitra strategis dunia pendidikan yang ikut menyiapkan sumber daya manusia tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (*)



















