Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Economy

BI Sultra Bersama TPID Kendari Luncurkan 115 Kios Digital, Langkah Nyata Jaga Harga Pangan

272
×

BI Sultra Bersama TPID Kendari Luncurkan 115 Kios Digital, Langkah Nyata Jaga Harga Pangan

Share this article
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi saat menyampaikan sambutan dalam agenda peluncuran 115 Kios Pangan Digital yang tersebar di 65 kelurahan di Kota Kendari. // Dok : ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi di tingkat daerah melalui dukungan terhadap digitalisasi pangan.

Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari dan Perum BULOG Kanwil Sultra, BI Sultra resmi meluncurkan 115 Kios Pangan Digital yang tersebar di 65 kelurahan di Kota Kendari.

Example 300x600

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) TPID Kota Kendari 2025, yang dipimpin oleh Wali Kota Kendari dan dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Satgas Pangan, serta Perumda Kota Kendari.

Kehadiran BI Sultra dalam agenda ini menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat sinergi kebijakan pengendalian inflasi di daerah.

Kepala KPw BI Sulawesi Tenggara menjelaskan, perkembangan inflasi di Sultra pada Juli 2025 tercatat sebesar 1,01% (mtm) dan 3,72% (yoy), menempatkan provinsi ini di posisi lima tertinggi secara nasional.

Sementara untuk Kota Kendari, inflasi tercatat 1,11% (mtm) dan 2,82% (yoy). Menurutnya, tren kenaikan inflasi bulanan di ibu kota provinsi tersebut perlu diwaspadai karena tingginya ketergantungan pasokan dari daerah produsen seperti Konawe dan Baubau.

“Beras menjadi komoditas pendorong inflasi terbesar akibat penyaluran beras SPHP yang masih terbatas,” ungkap Edwin.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar distribusi beras SPHP dapat berjalan optimal dan efek stabilisasi harga segera dirasakan masyarakat. Selain beras, ia menambahkan bahwa komoditas hortikultura seperti kangkung, tomat, dan cabai rawit juga memicu inflasi akibat gangguan produksi.

Sebagai solusi, BI Sultra mendorong penerapan teknologi digital dalam pertanian, seperti pemanfaatan rumah semai dan greenhouse dengan pengaturan tanam yang terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan kota dan mengurangi ketergantungan pasokan lintas wilayah.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M menyampaikan bahwa pengendalian inflasi menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Melalui strategi 4K, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif—pemerintah kota berupaya memastikan stabilitas harga pangan di Kendari.

Peluncuran 115 Kios Pangan Digital menjadi salah satu wujud nyata dari strategi tersebut. Kios ini menyediakan harga percontohan beras SPHP yang mudah diakses masyarakat serta memperkuat sistem perdagangan pangan berbasis digital. Kehadirannya juga diharapkan menjadi kanal distribusi yang efisien dan transparan, sekaligus mendukung digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) yang tengah digelar secara serentak. Dengan penerapan pembayaran digital, BI Sultra mendorong efisiensi transaksi, peningkatan inklusi keuangan, dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.

Langkah ini tidak hanya memperkuat rantai distribusi pangan, tetapi juga memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan,

Melalui kolaborasi antara BI Sultra, TPID, dan pemerintah daerah, pengendalian inflasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif, dengan keseimbangan antara kestabilan harga dan kemajuan ekonomi berbasis digital.

Example 300250
Example 120x600