Konut, Sultrust.com – Jalan penghubung di Kelurahan Lamonae–Lamonae Utama, Kecamatan Wiwirano Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali dikeluhkan warga.
Bagaimana tidak, baru setahun pasca jalan tersebut diperbaiki, kondisinya kini sudah terlihat memprihatinkan, di sejumlah titik terdapat retakan bahkan berlubang.
Padahal, proyek peningkatan jalan aspal itu menelan anggaran Rp5.199.985.000 dari APBD Konawe Utara Tahun Anggaran 2024.
Pekerjaan yang dimulai pada 3 Oktober 2024 tersebut dikerjakan PT Safa Utama di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.
Kualitas jalan yang tak bertahan lama membuat warga menilai pengerjaannya asal jadi. Salah seorang warga Wiwirano, Ashabul Akram, menyayangkan hasil proyek bernilai miliaran itu.
“Baru setahun jalan itu diperbaiki, tapi sudah banyak yang rusak,” ujarnya, Senin, 18 Agustus 2025.
Lanjut, Ia menuding lemahnya pengawasan pemerintah daerah sebagai penyebab pekerjaan kontraktor tak sesuai harapan.
“Seharusnya Pemkab Konawe Utara benar-benar mengawasi pekerjaan jalan itu, jangan asal dikerjakan kontraktor abal-abal. Akhirnya, belum cukup setahun sudah rusak,” kata Ashabul.
Lebih jauh, ia juga meminta aparat penegak hukum turun tangan.
“Ini pekerjaan miliaran rupiah, masa iya belum setahun sudah hancur. Kami masyarakat Wiwirano minta APH periksa kontraktor dan penanggung jawab proyek ini,” pungkasnya.
Proyek bernilai besar yang hanya berumur setahun itu menambah daftar panjang sorotan warga atas mutu infrastruktur di Konawe Utara. (*)



















