Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Antisipasi Tawuran Antarpelajar SMA di Kendari, Dinas Dikbud Provinsi Sultra Bentuk Forum Anti Kekerasan

345
×

Antisipasi Tawuran Antarpelajar SMA di Kendari, Dinas Dikbud Provinsi Sultra Bentuk Forum Anti Kekerasan

Share this article
Example 468x60

SULTRUST.ID – Dalam rangka upaya mencegah tawuran antarpelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra bentuk Forum Anti Kekerasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kadis Pendidikan Sulta, Yusmin saat dikonfirmasi oleh Sultrust.id, di Lantor Disdikbud Sultra, Selasa (5/9/2023).

Example 300x600

Yusmin mengatakan, pembentukan forum tersebut melibatkan seluruh stakeholder pendidikan di Kota Kendari, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru BK dan pengurus OSIS se-Kota Kendari.

Dalam pertemuan tersebut, kata Yusmin, seluruh stakeholder sepakat untuk meningkatkan peran mereka dalam menjaga perdamaian diantara siswa-siswa. Salah satu langkah awal adalah pembentukan Forum Komunikasi OSIS Kota Kendari, yang akan menjadi wadah untuk berdiskusi, merumuskan aturan, dan merekomendasikan kebijakan yang bersifat kolektif.

“Kemarin sudah kami putuskan bersama, sehingga keputusan itu dan kebijakan itu bukanlah dari saya secara personal sebagai Kepala Dinas, tetapi atas kesepakatan bersama,” ujar Yusmin.

Lanjut, Yusmin juga menekankan pentingnya partisipasi orang tua melalui komite sekolah dalam upaya ini. Ia berpendapat bahwa semuanya harus bertanggung jawab dalam membimbing dan mendidik anak-anak, serta memastikan mereka tidak terjerumus dalam perilaku negatif.

Selain itu, Forum ini juga akan mendorong peningkatan kegiatan intra dan ekstrakurikuler di sekolah. Dengan berbagai kegiatan yang lebih menarik, diharapkan siswa akan lebih aktif berpartisipasi dan berinteraksi positif.

“Supaya mereka tidak suntuk, kalau semua dikembangkan olahraga dan seni ini kan memungkinkan mereka lebih akan berbaur satu sama lain,” katanya.

Dalam mengidentifikasi siswa berpotensi buruk, Yusmin menyoroti pentingnya pelaporan yang lebih awal oleh guru, wali kelas, dan OSIS. Langkah-langkah seperti isolasi dan pembinaan khusus akan diambil untuk siswa yang berpotensi memengaruhi yang lain dalam perilaku negatif.

Selain itu, Untuk mengatasi masalah siswa terlibat tawuran, ada rencana untuk melakukan sweeping di lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya siswa yang terlibat. Tim yang terdiri dari OSIS, guru, dan kepala sekolah akan terlibat dalam tindakan ini.

Ditanya terkait kemungkinan pengusiran siswa yang menjadi dalang tawuran, Yusmin menekankan bahwa itu bukanlah solusi yang baik. Alih-alih, mereka akan merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk masa depan anak-anak.

“Kalau anak-anak yang nakal itu hari ini kita kasih keluar, lantas siapa yang akan mendidiknya nanti, kan lebih parah itu. Jadi mengeluarkan siswa yang nakal ini bukanlah solusi yang baik,” kata Yusmin

Untuk itu, ia menghimbau seluruh siswa untuk menjaga suasana belajar yang kondusif, serta meminta guru dan kepala sekolah untuk lebih aktif mengontrol siswa yang terlambat atau berada dalam ruang kelas.

“Semoga langkah-langkah ini dapat meminimalkan insiden tawuran dan mengarahkan siswa menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

 

 

 

 

 


Laporan : Salman
Editor : Run

Example 300250
Example 120x600