Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Economy

Perkuat Sektor Pertanian, OJK Sultra dan Pemkab Konsel Bekali Petani Kakao Literasi Keuangan

121
×

Perkuat Sektor Pertanian, OJK Sultra dan Pemkab Konsel Bekali Petani Kakao Literasi Keuangan

Share this article
Example 468x60

Konawe Selatan, Sultrust.com – Upaya untuk memperkuat daya saing komoditas kakao di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus dilakukan melalui penguatan kapasitas petani.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menggelar kegiatan edukasi keuangan sekaligus survei akses pembiayaan yang menyasar para pelaku usaha tani kakao.

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 9–10 April 2026, dipusatkan di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konsel. Sebanyak 86 petani kakao hadir untuk mengikuti rangkaian program yang dirancang guna meningkatkan kemandirian finansial petani di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha tani secara teoritis, tetapi juga pembekalan praktis terkait pemilihan produk layanan keuangan formal.

Fokus utama program ini adalah memperkenalkan peluang pembiayaan yang dapat diakses petani untuk mengembangkan skala usaha mereka secara berkelanjutan.

Perwakilan OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang, menyatakan bahwa Konawe Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra produksi kakao utama di Sultra.

Oleh karena itu, penguasaan literasi keuangan menjadi fondasi penting bagi petani untuk memisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha, sekaligus memahami mekanisme pembiayaan yang legal dan aman.

“Dengan pemahaman yang baik, petani tidak hanya mengelola usaha lebih efektif, tetapi juga bisa memanfaatkan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi, pihak OJK juga melakukan survei mendalam terhadap para peserta untuk memetakan kondisi literasi dan inklusi keuangan di tingkat petani.

Data hasil survei ini nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi OJK dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih spesifik dan relevan guna memperluas akses permodalan bagi sektor pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konsel, Samsul, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, keterbatasan akses terhadap perbankan formal selama ini menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan usaha petani. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan akan memberikan kemudahan bagi petani.

“Kolaborasi seperti ini penting agar petani mendapatkan akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pertanian kakao yang lebih kokoh di Konawe Selatan.

Dengan kemudahan akses terhadap layanan keuangan yang resmi, petani diharapkan dapat lebih mandiri secara finansial dan mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi kakao, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah secara keseluruhan. (*)

Example 300250
Example 120x600