Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

BI Sultra Dorong Wastra Lokal Naik Kelas Lewat Program Inkubasi 2025

377
×

BI Sultra Dorong Wastra Lokal Naik Kelas Lewat Program Inkubasi 2025

Share this article
BI Sultra bersama Dekranasda Sultra saat membuka kegiatan Kick Off Program Inkubasi Wastra Tahun 2025. // Dok : ist
Example 468x60

Kendati, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Melalui Program Inkubasi Wastra 2025, BI Sultra menghadirkan ruang pembelajaran intensif bagi para pelaku industri fesyen dan pengrajin kain tradisional agar mampu menembus pasar modern dan global.

Example 300x600

Program yang digelar di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari pada Rabu (16/4/2025) ini secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sultra, Arinta Nila Hapsari.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra, Kepala BPVP Kendari, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta 40 peserta terpilih yang telah melalui tahap seleksi.

Arinta menilai, perkembangan wastra di Sultra menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

“Ini menunjukkan bahwa wastra, khususnya tenun, telah beradaptasi dengan selera pasar, terutama kalangan muda. Ini adalah peluang besar untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan kualitas menjadi tantangan utama agar produk daerah bisa bersaing.

“Desain yang menarik harus didukung dengan hasil produksi yang rapi dan berstandar tinggi. Karena itu, program Inkubasi Wastra ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan para pelaku industri kreatif kita,” lanjutnya.

Sebagai langkah strategis, Dekranasda mendorong pengrajin dan desainer lokal untuk memperbanyak produk ready to wear yang lebih mudah diterima pasar. Selain wastra, lembaga yang dipimpinnya juga tengah menyiapkan pengembangan produk kerajinan unggulan lain seperti nentu dan perak.

“Kami berharap sinergi antara Dekranasda, Bank Indonesia, dan seluruh stakeholder yang hadir hari ini terus berlanjut untuk mendorong kemajuan industri kerajinan dan ekonomi kreatif di Sultra,” kata Arinta.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Rahadian Triaji, menegaskan bahwa kehadiran BI tidak hanya sebatas menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga menyentuh langsung sektor riil yang menyangkut penguatan UMKM dan pelestarian budaya lokal.

“Bank Indonesia tidak hanya fokus pada sisi makroekonomi, tapi kami juga sangat concern pada penguatan UMKM, terutama yang memiliki keterkaitan dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan global justru membuka peluang besar bagi produk wastra lokal untuk tampil sebagai alternatif fashion yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin UMKM Sultra tak hanya kreatif dari sisi desain, tapi juga kuat dari sisi produksi dan strategi pemasaran. Apalagi kalau bisa menembus event nasional dan internasional,” tambahnya.

Rahadian menjelaskan bahwa program ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 16 hingga 29 April 2025, terbagi ke dalam dua kelas, yakni tata busana dan produksi.

“Pelatihan ini akan memanfaatkan tekstil tradisional Sultra dan didampingi oleh mentor berpengalaman,” ucapnya.

Ia menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui penguatan industri fesyen lokal agar mampu berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dukungan terhadap pengembangan SDM juga datang dari Kepala BPVP Kendari, Amran, yang menilai sinergi dengan BI dan Dekranasda sebagai langkah strategis memperluas akses pelatihan vokasi.

“Kami sudah bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Sultra untuk mendukung berbagai kegiatan, kami juga memperkenalkan skema kejuruan yang ada ditempat kami diantarannya: kejuruan Listrik, Otomotif, Welding, TIK, Garmen, Pariwisata, dan bahkan Barista yang kini paling diminati karena tingginya permintaan di sektor kuliner,” jelasnya.

Amran menambahkan bahwa BPVP siap menjadi wadah pembinaan bagi masyarakat Sultra yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.

“Dengan pelatihan yang tersedia, harapannya masyarakat bisa terserap ke dalam dunia kerja dan mengurangi angka pengangguran di daerah,” Pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, BI Sultra menegaskan peran nyatanya dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan — menjadikan wastra bukan hanya simbol budaya, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. (*)

Example 300250
Example 120x600