Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Dugaan Perundungan di SMPN 2 Sampara, Versi Keluarga dan Guru Berbeda

453
×

Dugaan Perundungan di SMPN 2 Sampara, Versi Keluarga dan Guru Berbeda

Share this article
SMPN 2 Sampara, kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). // foto:ist
Example 468x60

Konawe, Sultrust.com – Seorang siswa SMPN 2 Sampara, berinisial NM, diduga mengalami perundungan baik dari teman sekelas maupun guru, kasus ini mencuat setelah keluarga terduga korban membeberkan adanya perlakuan tidak menyenangkan yang dialami NM, termasuk ucapan bernada merendahkan di grup WhatsApp kelas.

Sepupu terduga korban, Ica, mengatakan peristiwa itu bermula dari sikap NM yang memilih tetap bergaul dengan salah seorang siswa yang kurang disukai oleh teman-temannya. Menurut Ica, pilihan itu justru membuat NM ikut dikucilkan. Ia menyebut, ketidaksukaan yang awalnya datang dari satu siswa kemudian menyebar ke hampir seluruh kelas, bahkan melibatkan guru.

Example 300x600

“Ini anak murid cewek dia dimusuhi karena permasalahan anak-anak pada umumnya. Awalnya satu orang yang tidak suka, terus itu yang tidak suka dia pergi cerita sama teman-temannya yang lain dan sama gurunya. Sehingga ini murid tidak disukai satu kelas. Tapi korban (NM) ini dia tetap tegur dan bertemankan ini murid yang tidak disuka,” ujar Ica, Sabtu malam, 20 September 2025.

Ica menuturkan, alih-alih meredam suasana, guru berinisial II justru diduga ikut memberi komentar yang membuat posisi NM semakin terpojok. Bahkan, kata dia, dalam grup WhatsApp kelas, guru sempat menuliskan pesan yang bernada ancaman.

“Kita lihat saja apakah bisa nyaman hidupnya kalau mereka hanya bertiga,” ucap Ica saat membacakan tangkapan layar pesan tersebut.

Keluarga NM kemudian mendatangi sekolah pada Senin, 22 September 2025, untuk meminta penjelasan langsung. Namun, pertemuan dengan guru II dan kepala sekolah disebut tidak menghasilkan jawaban yang memadai. Menurut Ica, guru justru menanyakan alasan kehadiran NM bersama ibunya dengan nada yang mengejutkan.

“Reaksinya itu guru pas liat sepupuku datang sama mamanya langsung dia tanya kenapa datang sama mamamu, mau pindahkah?” kata Ica.

Ia juga menyayangkan sikap pihak sekolah yang hanya meminta siswa tertentu meminta maaf, tanpa ada klarifikasi tuntas dari guru.

“Ini gurunya lain ditanya lain dijawab, terus dia tidak minta maaf sama ini sepupuku, kepseknya dia minta damai dan hapus isinya itu grup dan paksa satu siswa yang diduga sebagai pemicu itu untuk minta maaf kepada korban,” Pungkasnya.

Sementara itu, Guru SMPN 2 yang berinisial II membantah dugaan perundungan yang dituduhkan kepadanya. Ia menjelaskan bahwa masalah sebenarnya berawal dari perkelahian antar siswa pada malam Jumat, 19 September 2025. Menurutnya, NM memiliki peran dalam peristiwa tersebut karena merekam video perkelahian.

“Jadi sebenarnya persoalannya itu mulai dari malam jumat, si NM itu dengan temannya mengadu domba temannya yang lain, sehingga terjadilah perkelahian di depan rumahnya E. Kenapa saya bilang NM yang memicu perkelahian itu adalah karena dia yang video temannya yang berkelahi dan ini memang sudah terencana,” ujar II, saat dikonfirmasi Sultrust.com, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan, bawa soal perkelahian ia sempat mengumpulkan siswi yang terlibat untuk diberi pencerahan, namun NM tidak hadir pada saat itu. Sehingga dari pertemuan itu kata II, sejumlah siswa menyampaikan keluhan kepadanya terkait perilaku NM di sekolah. Beberapa di antaranya mengaku mendapat sebutan yang merendahkan.

“Teman-temannya itu berceritalah kepada saya bahwa NM itu sering membully mereka di sekolah, bahkan ada yang pernah dikatai gendut, busuk dan miskin, semua anak-anak cerita kepada saya pada waktu itu bahkan ada juga yang di pajaki,” ucapnya.

Lanjut, soal percakapan di grup WhatsApp, II menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut nama NM secara langsung. Ia juga membantah tuduhan bahwa dirinya ingin menyingkirkan NM dari sekolah. Menurutnya, pertanyaan tentang kepindahan NM muncul karena siswa tersebut tercatat beberapa kali berpindah sekolah.

“Tiba-tiba pada hari senin saya kaget, NM tiba-tiba datang bersama ibunya, saya kira dia mau pindah makanya sempat saya bertanya kalau dia mau pindah,” kata II.

Lebih lanjut, II mengungkapkan bahwa riwayat pendidikan NM yang beberapa kali berpindah tempat membuatnya sempat menduga demikian.

“Ini ana tadinya di pesantren, waktu kelas 7, mungkin dia bermasalah di pesantren akhirnya pindah lah di SMPN 2 Sampara, begitu penaikan kelas 8 tiba-tiba menghilang tanpa berita, kita dengar sudah masuk pesantren lagi… setelah dia masuk pesantren lagi, pada semester 2 kelas 8 tiba-tiba masuk lagi di SMPN 2 Sampara karena dia punya masalah lagi di pesantren,” Pungkasnya.

II bahkan memberikan tangkapan layar percakapannya dengan ibu NM di Whatsapp, dalam percakapannya terlihat diduga ibu NM meminta maaf kepada II karena sikap NM yang kata dia banyak merepotkan guru-guru, dan ibu NM juga mengaku tidak pernah ingin membawa persoalan ini ke khalayak ramai, melainkan menyelesaikannya langsung di lingkungan sekolah. (*)

Example 300250
Example 120x600