Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kendari

Kendari Masuk 108 Daerah Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkot Siapkan Lahan 6,8 Hektare

246
×

Kendari Masuk 108 Daerah Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkot Siapkan Lahan 6,8 Hektare

Share this article
Walikota Kendari, Siska Karina Imran (SKI). Dok:ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Kota Kendari menapaki babak baru di bidang pendidikan. Dari 108 daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai prioritas pembangunan sekolah rakyat, Kendari masuk dalam daftar.

Pemerintah kota pun tak ingin kehilangan momentum, sebidang lahan seluas 6,8 hektare sudah disiapkan untuk menyambut program tersebut.

Example 300x600

Langkah itu ditegaskan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

“Kami bertemu Pak Mensos berkoordinasi tentang sinergitas program bapak presiden sekolah rakyat,” kata Siska Karina Imran.

Lanjut, Walikota menjelaskan, pembangunan tahap awal dijadwalkan dimulai Oktober mendatang. Kendari termasuk salah satu kota yang mendapat giliran pertama.

“Kami memberitahukan bahwa Pemkot Kendari sudah menyediakan lahan seluas 6,8 hektare untuk dibangun sekolah rakyat permanen dan desainnya kota kendari masuk dalam 108 kabupten/kota yang menjadi pembangunan pertama di Oktober kalau tidak salah,” ujarnya.

Meski belum memiliki bangunan permanen, sekolah rakyat di Kendari sejatinya sudah berjalan dengan jumlah siswa sekitar 50 orang. Mereka masih belajar di gedung pinjaman milik sosial. Jika pembangunan tuntas, sekolah baru akan menampung jauh lebih banyak siswa.

“Identifikasi di Kota Kendari itu kurang lebih 14.000, di sekolah baru nantinya (ditempatkan). (Sekolahnya nanti) besar, nanti kayaknya bergabung semua satu atap di situ, SD, SMP, SMA,” Jelasnya.

Bagi Siska, sekolah rakyat bukan sekadar proyek fisik. Ia melihatnya sebagai jalan keluar untuk mempersempit kesenjangan pendidikan yang masih menghantui anak-anak dari keluarga pra sejahtera.

“Kami ingin anak-anak pra sejahtera di Kendari punya kesempatan yang sama. Kehadiran SR ini adalah jalan untuk memberi masa depan yang baik bagi mereka,” katanya saat menerima kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kendari, 26 Agustus lalu.

Riefky pun mengapresiasi keberanian Kendari melangkah lebih cepat dibanding banyak daerah lain. Ia menekankan bahwa sekolah rakyat harus dilihat lebih luas, bukan hanya membuka ruang pendidikan, melainkan juga pintu ke sektor ekonomi kreatif.

“Ini sebuah niatan mulia, seluruh anak Indonesia harus punya akses dan cita-cita. Manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tapi akan terasa besar untuk generasi emas 2045,” ucapnya.

Lebih jauh, Ia memaparkan, sekolah rakyat nantinya akan dipadukan dengan pelatihan keterampilan kreatif, mulai fashion, kriya kecantikan, desain, hingga industri film, musik, dan fotografi.

“Saat ini ada 26,5 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif, dan 50 persen di antaranya masih berusia di bawah 40 tahun. Artinya, ini sektor yang relevan dengan generasi muda dan akan kita dorong bersama,” pungkas Riefky. (*)

Example 300250
Example 120x600