Konut, Sultrust.com – Baru 17 hari diresmikan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, Jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Konawe Utara, kembali ditutup.
Papan spanduk putih membentang di atas rangka baja jembatan sepanjang 51 meter itu: “Maaf, jalan ini ditutup sementara karena belum menyelesaikan pembayaran material.”
Penutupan akses vital di jalur Trans Sulawesi itu diduga buntut belum lunasnya pembayaran material proyek senilai Rp3,191 miliar. Dana yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sultra itu disebut-sebut belum tuntas dibayarkan kepada penyedia.
Akibat penutupan, warga terpaksa memutar melalui jalur lama yang kerap terendam banjir. Beruntung, musim kemarau membuat jalan itu masih bisa dilalui, meski jauh dari kata ideal.
Jembatan Bailey ini dibangun sebagai solusi darurat menggantikan akses utama yang putus akibat banjir. Dalam 75 hari pengerjaan, konstruksi baja itu dirancang mampu menahan beban kendaraan hingga 25 ton. Namun, sebelum masyarakat benar-benar menikmatinya, jembatan justru terhenti fungsinya.
Bagi Iksal Saputra, warga Konawe Utara, kondisi ini tak sekadar mengecewakan. Ia menilai hasil proyek beranggaran miliaran rupiah itu jauh dari layak.
“Jembatan Bailey Konawe Utara yang sudah diresmikan gubernur Sultra menelan anggaran Rp3,191 miliar, secara kasat mata sangat buruk dan meninggalkan oleh-oleh pada masyarakat,” Ujarnya, Senin (11/8/2025).
Ia berharap pihak berwajib segera mengambil tindakan mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.
“Semoga ada tindakan dari pihak berwajib untuk mengusut, karena ini tindakan merugikan seluruh masyarakat yang melintas,” Pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun provinsi terkait kelanjutan pembayaran material dan pembukaan kembali jembatan.
Warga berharap persoalan ini cepat diselesaikan agar akses vital kembali normal dan tidak merugikan masyarakat luas. (*)



















