KENDARI, Sultrust.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Muhammad Nabil Al Mahmud, menegaskan penolakannya terhadap masuknya paham radikalisme dan anti-Pancasila di lingkungan kampus.
Ia menilai, ideologi tersebut dapat memicu perpecahan dan merusak sendi kehidupan berbangsa serta nilai-nilai toleransi.
“Radikalisme dan anti-Pancasila perlu diwaspadai karena bisa menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, ini dapat mengganggu keharmonisan dan merusak persatuan bangsa,” ujar Nabil, Rabu (26/3/2025).
Ia menyoroti maraknya aksi terorisme dan serangan bom yang menyasar aparat pemerintah, seperti TNI dan Polri.
Menurutnya, kelompok radikal kini semakin aktif, baik di dunia nyata maupun dunia maya, dengan narasi provokatif yang meresahkan masyarakat.
Sebagai pemuda yang memiliki tanggung jawab membangun daerah, Nabil mengajak seluruh mahasiswa untuk bersatu menjaga keamanan dan kondusifitas di Sulawesi Tenggara.
“Mahasiswa masih sangat rentan terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang. Oleh karena itu, radikalisme dan anti-Pancasila harus diberantas sejak dini agar tidak merusak pola pikir generasi muda,” tegasnya.
Ia juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa di Sultra untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
“Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama melawan radikalisme dan anti-Pancasila demi menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.



















