Jakarta, Sultrust.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda 21 Sultra Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (24/1/2025).
Mereka menuntut pencopotan Pejabat (Pj) Bupati Buton Selatan, Ridwan Badallah yang diduga terlibat dalam kasus penculikan, intimidasi dan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Irsan Aprianto Ridham.
Irsan, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Januari 2025, sekitar pukul 02.30 WIB di tempat kostnya di Jakarta. Peristiwa ini memicu protes besar-besaran dari mahasiswa di Jakarta dan Sulawesi Tenggara.
Koordinator aksi, Arnol Ibnu Rasyid, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Pj Bupati Buton Selatan mencoreng integritas seorang pejabat negara.
“Bagaimana mungkin seorang penyelenggara negara bertindak seperti preman? Ini tidak dapat ditoleransi. Pejabat seperti itu wajib dicopot,” ujarnya dengan tegas di lokasi aksi.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Ikhsan B. Kalean, juga mengecam keras tindakan Pj Bupati Buton Selatan.
“Kami mengecam tindakan tersebut. Kemendagri harus segera mencopotnya dan memproses kasus ini secara hukum,” tegas Ikhsan.
Sebelumnya, aksi serupa telah digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hasilnya, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengeluarkan rekomendasi pencopotan Pj Bupati Buton Selatan kepada Kemendagri. Rekomendasi tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, S.Pd.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, salah satu anggota Divisi Humas Kemendagri menyatakan bahwa laporan terkait kasus ini telah dilimpahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti.
“Kami telah melimpahkan laporan ini ke Inspektorat. Kami akan memantau perkembangan penanganannya,” ujar perwakilan Kemendagri.
Mahasiswa mendesak Kemendagri untuk segera mengambil langkah tegas guna memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.



















