Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sorot

Pariwisata Wakatobi Dinilai Alami Kemunduran, Ketum PHRI Sebut Bupati Ragu Mengambil Keputusan

391
×

Pariwisata Wakatobi Dinilai Alami Kemunduran, Ketum PHRI Sebut Bupati Ragu Mengambil Keputusan

Share this article
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani saat diwawancarai awak media tentang pariwisata di Wakatobi. : foto : Salman/sultrust.id.
Example 468x60

SULTRUST.ID – Melihat Wakatobi mengalami kemunduran, utamanya di bidang maskapai penerbangan dan pariwisata, Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani sebut Bupati Wakatobi ragu untuk mengambil keputusan.

Hariyadi Sukamdani mengatakan, bahwa kemunduran yang terjadi di Wakatobi saat ini adalah sebab dari keraguan Haliana selaku Bupati Wakatobi dalam mengambil keputusan karena harus memberikan subsidi.

Example 300x600

“Pak bupatinya mungkin ada keraguan, karena harus memberikan subsidi. Hal ini yang kita harus dialog kepada bupati, kita harus meyakinkan beliau bahwa keputusan yang diambil, kalau untuk melakukan subsidi itu Insha Allah tidak akan memiliki risiko seperti yang dikhawatirkan,” kata Hariyadi Sukamdani di Kendari, Jumat (27/1/2023).

Lanjut, Ia juga mempertegas bahwa dirinya tidak menyebut Bupati Wakatobi tidak berani atau takut dalam mengambil keputusan tersebut, tetapi mungkin masih ada yang menjadi pertimbangan baginya.

“Setiap orang punya pertimbangan. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan yang beliau fikirkan, ini kan pihak maskapai minta penerbangannya di atas harga tiket, nah itukan dikhawatirkan nanti bisa jadi temuan untuk BPK dan sebagainya. Itu yang harus kita yakinkan bahwa itu tidak harus dikhawatirkan, karena ini adalah suatu yang memang bermasalah, karena tidak ada penerbangan pesawat sama sekali,” jelasnya.

Haryadi Sukamdani menambahkan, seharusnya tugas Bupati Wakatobi sekarang itu lebih mudah ketimbang waktu masa jabatan Hugua sebagai Bupati Wakatobi, karena marketnya sudah terbentuk.

“Harusnya ini lebih mudah karena marketnya sudah terbentuk, apalagi waktu Pak Hugua kan belum ada tambang. Sekarang sudah begitu banyak tambang, nah pasti kan orang-orang itu pengen berlibur juga, mereka juga butuh tempat untuk berwisata,” tutupnya.

 

 

 


Laporan : Salman
Editor : Run

Example 300250
Example 120x600