KENDARI, Sultrust.com – Aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah ramai disorot publik.
Sebab, aktivitas pertambangan PT SCM dinilai menjadi penyebab banjir bandang di wilayah Trans Sulawesi, Konawe Utara (Konut).
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hendrawan Sumus Gia menilai kritikan publik terkait aktivitas PT SCM salah sasaran.
Sebab, kata Hendrawan Sumus Gia, persoalan banjir yang kerap melanda jalan Trans Sulawesi di Konut sudah berlangsung lama, bahkan sebelum PT SCM hadir di Routa.
“Persoalan banjir ini kan sudah lama terjadi, sejak puluhan tahun setiap musim hujan. Jadi salah besar kalau PT SCM yang disalahkan,” ujar Hendrawan Sumus Gia, Sabtu 10 Mei 2025.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, kehadiran PT SCM sangat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat lingkar tambang.
“Saya sering masuk ke Routa melihat langsung dampak positif yg dirasakan masyarakat sejak SCM beroperasi. Kita ketahui bersama, Routa itu diujung batas Sultra yang selama ini terisolir, tapi saat ini perekonomian masyarakat di sana sudah membaik sejak SCM beroperasi,” jelas Hendrawan Sumus Gia.
Menurut dia, banjir di Konut adalah tanggung jawab semua pihak. Sehingga dibutuhkan kolaborasi yang baik untuk langkah-langkah penanganannya, tanpa harus saling menyalahkan.
“Dan saya pun berharap tambang yang ada di Sultra ini bisa bermanfaat bagi semua masyarakat,” harapnya. .



















