Morowali, Sultrust.com – Kasus dugaan main hakim sendiri yang berujung maut di kawasan mega industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menuai reaksi keras.
Kerukunan Tolaki Mepokoaso (KTM) Morowali menjadi salah satu pihak yang aktif mengawal penanganan perkara ini.
Dalam konferensi pers Polres Morowali, Jumat malam pukul 21.30 WITA, polisi menetapkan empat tersangka. Satu di antaranya adalah oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Merespons perkembangan itu, Penjabat Ketua Umum KTM Morowali, Suroso, mendesak pencopotan Kepala Multi Strategic Services (MSS), yakni pihak yang bertanggung jawab atas berbagai aspek operasional dan keamanan di kawasan industri itu.
“Apapun alasannya, perbuatan penganiayaan tidak dibenarkan apalagi sampai merenggut nyawa orang lain, sehingga kami yang tergabung dalam KTM Morowali menyerukan pencopotan Kepala MSS Kawasan IMIP,” ujar pemuda asal Konawe Utara tersebut pada Jumat (8/8/2025) malam.
Lanjut, Suroso menilai tragedi ini tidak boleh dibiarkan tanpa tindak lanjut yang tegas. Sebagai Humas Serikat Pekerja Sulawesi Mining Investment Pabrik (SP-SMIP), ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil Polres Morowali untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“KTM Morowali mendukung penuh upaya hukum yang dilakukan oleh pihak Polres Morowali dalam mengungkap kasus penganiayaan tersebut dan kami juga berharap agar keadilan dapat ditegakkan, terlebih ini menyangkut hak hidup dari korban,” Pungkasnya. (*)



















