Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Aksi Koboi Oknum Aparat di Tambang Cinnabar Bombana, Satu Warga Tertembak di Kaki

229
×

Aksi Koboi Oknum Aparat di Tambang Cinnabar Bombana, Satu Warga Tertembak di Kaki

Share this article
Warga yang menjadi korban penembakan oleh terduga oknum aparat di lokasi tambang batu cinabar di Bombana. (Istimewa)
Example 468x60

Bombana, Sultrust.com – Suasana di lokasi penambangan batu cinnabar/tembaga ilegal di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), ricuh pada Kamis (8/1/2026).

Seorang warga dilaporkan menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Brimob saat berada di area tambang tanpa izin tersebut.

Example 300x600

Dilansir dari Fajartimur.com News, korban diketahui bernama Jono (53), warga Desa Rompu-rompu, yang bertindak sebagai pengawas lapangan. Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka tembak di bagian kaki kanan dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif di RSUD Tanduale, Kabupaten Bombana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula sekitar pukul 11.00 WITA. Sejumlah orang yang diduga personel Brimob mendatangi area tambang menggunakan mobil Hilux double cabin perak, didampingi dua warga sipil bermobil Xenia merah.

Saksi mata di lapangan menyebutkan, tiga orang diduga anggota Brimob turun ke area kerja dengan membawa dua pucuk senjata api. Mereka kemudian menyisir lokasi dan memberikan instruksi tegas agar para penambang mengosongkan area dalam waktu 10 menit. Langkah ini diawali dengan letusan tembakan peringatan ke udara.

Situasi mulai memanas ketika Jono bersama beberapa rekannya mencoba melakukan klarifikasi. Mereka mendatangi ketiga orang tersebut di dekat area pondok masyarakat guna menanyakan legalitas tindakan serta dasar hukum penyisiran yang dilakukan.

Namun, saat upaya dialog coba dibangun, salah satu dari ketiga orang tersebut diduga melepaskan tembakan ke arah bawah yang mengenai kaki kanan Jono hingga korban tersungkur.

Insiden ini memicu reaksi spontan dari puluhan penambang di lokasi. Sekitar 40 orang massa yang tersulut emosi segera mengepung ketiga orang tersebut. Dalam aksi massa ini, dua orang diduga oknum Brimob berhasil diamankan warga, bahkan satu pucuk senjata api milik mereka sempat direbut. Sementara satu orang lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Situasi baru mulai terkendali sekitar pukul 13.30 WITA setelah personel gabungan TNI-Polri tiba di lokasi kejadian. Kedua orang yang sempat diamankan warga kemudian dievakuasi ke Mapolres Bombana untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai informasi, lokasi tersebut merupakan area tambang tanpa izin (PETI) yang dikelola oleh kelompok warga berdasarkan klaim tanah ulayat. Meski menjadi tumpuan ekonomi warga setempat, kawasan ini kerap memicu gesekan karena status legalitasnya yang belum formal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas oknum yang terlibat, status penugasan mereka di lokasi tambang ilegal, maupun langkah hukum lebih lanjut terkait jatuhnya korban sipil dalam peristiwa ini. (*)

Example 300250
Example 120x600