Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Milad ke-14 HMI & Ke-10 KOHATI UMK, Momentum Refleksi Kaderisasi dan Evaluasi Regenerasi Kepemimpinan

25
×

Milad ke-14 HMI & Ke-10 KOHATI UMK, Momentum Refleksi Kaderisasi dan Evaluasi Regenerasi Kepemimpinan

Share this article
Perayaan Milad ke-XIV Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Milad ke-X Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). // (dok : istimewa)
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com — Perayaan Milad ke-XIV Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Milad ke-X Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dimaknai sebagai ajang evaluasi mendalam.

Selain menjadi wadah silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan untuk membedah perjalanan kaderisasi hingga persoalan regenerasi kepemimpinan internal.

Example 300x600

​Ketua Umum HMI Komisariat UMK, Juraidin, menekankan bahwa eksistensi HMI bertumpu pada pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa, bukan sekadar wadah berorganisasi.

​”Himpunan Mahasiswa Islam adalah tempat orang-orang berproses untuk menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan itu dibentuk melalui proses, bukan lahir begitu saja,” ujar Juraidin.

​Juraidin memaparkan, sepanjang 14 tahun berkiprah, HMI Komisariat UMK telah mendistribusikan alumni kader ke berbagai posisi strategis di lingkup kemahasiswaan. Terbukti, sejumlah kader dipercaya menduduki jabatan Presiden Mahasiswa, Ketua BEM, hingga menakhodai HMI Cabang Kendari.

​”Ada yang menjadi Presiden Mahasiswa, Ketua BEM, dan memimpin organisasi lainnya. Itu menjadi bukti bahwa Komisariat UMK berhasil menjalankan proses kaderisasi,” katanya.

​Kendati mencatatkan capaian kaderisasi, Juraidin secara terbuka menyoroti persoalan krusial yang tengah dihadapi internalnya, yakni keterlambatan regenerasi. Ia mengakui masa kepengurusan yang dipimpinnya telah melampaui batas waktu yang diatur dalam konstitusi organisasi.

​”Ini menjadi dosa kami sebagai pengurus HMI. Dalam konstitusi, kepengurusan hanya berjalan satu tahun dengan masa transisi tertentu, tetapi kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Insyaallah akan kami perbaiki pada kepengurusan selanjutnya,” ungkapnya.

​Melalui peringatan ganda ini, ia berharap jalinan silaturahmi antarangkatan semakin solid serta menjadi titik balik perbaikan sistem kaderisasi ke depan.

​Dukungan dan apresiasi turut disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril. Sebagai alumni yang lahir dari rahim Komisariat UMK, ia menilai komisariat tersebut konsisten mencetak kader berdaya saing.

​”Komisariat UMK telah berhasil melahirkan kader-kader yang progresif, baik di internal HMI maupun di organisasi mahasiswa lainnya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir berhasil melahirkan Ketua Umum HMI Cabang Kendari dan Presiden Mahasiswa,” ujarnya.

​Merespons persepsi terkait minimnya perhatian pengurus cabang terhadap Komisariat UMK, Yusril memastikan hal tersebut menjadi catatan evaluasi yang akan diselesaikan pada masa kepemimpinannya.

​”Sebagai anak kandung Komisariat UMK, saya berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan Komisariat UMK,” tegasnya.

​Di tempat yang sama, perayaan Milad ke-10 KOHATI UMK turut mempertegas komitmen penguatan peran kader perempuan. Agenda yang dihadiri jajaran pengurus cabang, Presidium KOHATI, senior, dan kader aktif ini dirangkaikan sebagai ruang konsolidasi untuk mencetak kader perempuan yang adaptif dan berintegritas.

​Rangkaian peringatan milad tahun ini pun menutup lembar seremonial dengan menekankan kembali fungsi HMI dan KOHATI Komisariat UMK sebagai wadah pembinaan intelektual serta inkubator kepemimpinan mahasiswa di Kendari. (*)

Example 300250
Example 120x600