Kolaka, Sultrust.com – Fatality kembali terjadi di sektor salah satu pertambangan nikel yang berada di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kali ini, satu unit ekskavator milik PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) terguling di area lereng, Kamis, 7 Agustus 2025, hingga menewaskan satu pekerja.
Peristiwa ini memicu sorotan publik lantaran aktivitas kerja di area tambang tetap berjalan meski insiden maut baru saja terjadi.
Dilansir dari laman konasaranews.com, Bupati LIRA Kolaka, Amir, menjadi salah satu pihak yang mengkritik sikap manajemen perusahaan.
“Kecelakaan sudah terjadi, namun pekerjaan lain tetap jalan. Ini menunjukkan perusahaan tidak memiliki empati, apalagi sistem manajemen keselamatan yang layak,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) dalam rilis yang diterima konasaranews.com.
Ia menegaskan, seharusnya seluruh aktivitas dihentikan sementara untuk memberi ruang investigasi.
“Harusnya seluruh aktivitas dihentikan sementara untuk investigasi dan evaluasi menyeluruh,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Amir menyebut fatality ini sebagai bagian dari pola kelalaian sistemik di tubuh PT IPIP. “Kami minta aparat penegak hukum (APH) untuk segera menyelidiki dugaan pelanggaran keselamatan kerja,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Pengawasan Ketenagakerjaan Sultra melakukan audit total atas sistem K3 PT IPIP.
“Kami juga mendesak manajemen PT IPIP untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional sampai investigasi tuntas dilakukan. Kami membuka layanan pengaduan bagi pekerja dan keluarga korban yang merasa haknya diabaikan dalam konteks keselamatan kerja,” Tutupnya. (*)



















