Jepang, Sultrust.com – Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si., melakukan kunjungan ke Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jamhir Safani bertemu langsung dengan Direktur CSEAS Kyoto University, Prof. Okamoto Masaaki, Ph.D., bersama sejumlah dosen dan peneliti di pusat studi tersebut.
Pertemuan itu membahas peluang kerja sama antara Unsultra dan CSEAS, khususnya dalam bidang riset serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Prof. Jamhir, CSEAS Kyoto University memiliki beragam bidang penelitian yang berkaitan dengan kawasan Asia Tenggara. Bidang tersebut mencakup sejarah, budaya, ekologi dan lingkungan, geografi wilayah, ekonomi, politik hingga kebijakan publik.
“Potensi melakukan kolaborasi riset dan melanjutkan studi bagi para dosen kami bahas,” ujar Prof Jamhir.
Ia mengatakan, pembahasan kerja sama tidak hanya diarahkan pada pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga pada penelitian yang relevan dengan persoalan di daerah.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah potensi penelitian di Sulawesi Tenggara, terutama berkaitan dengan persoalan lingkungan, sosial, serta kebijakan publik yang berhubungan dengan aktivitas pertambangan.
Prof. Jamhir mengungkapkan, ketertarikan CSEAS untuk mengembangkan riset di Sulawesi Tenggara disampaikan langsung oleh Prof. Okamoto setelah pertemuan.
“Esok harinya, saat saya meninggalkan Kota Kyoto menuju Tokyo, Prof. Okamoto mengirim pesan melalui WhatsApp bahwa beliau sangat tertarik mengembangkan riset ke wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Prof. Jamhir.
Menurutnya, ketertarikan tersebut membuka peluang bagi Unsultra untuk mengembangkan jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam penelitian yang berkaitan dengan isu strategis di Sulawesi Tenggara.
Kerja sama tersebut nantinya berpotensi mencakup riset bersama, pengembangan kapasitas dosen, serta peluang melanjutkan studi bagi akademisi Unsultra.
Prof. Jamhir menilai, kolaborasi dengan lembaga akademik internasional seperti CSEAS Kyoto University dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan sumber daya manusia di Unsultra.(*)



















