Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dewan Pembina Unsultra Perkuat Tata Kelola Kampus dan Dorong Wisudawan Terapkan Filosofi STEM

9
×

Dewan Pembina Unsultra Perkuat Tata Kelola Kampus dan Dorong Wisudawan Terapkan Filosofi STEM

Share this article
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Unsultra, Dr. H. Nur Alam. // (dok : istimewa)
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus memantapkan langkah dalam memperkuat konsolidasi internal serta meningkatkan kualitas tata kelola lembaga pendidikan.

Arahan strategis mengenai arah kebijakan kampus tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Unsultra, Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si., di hadapan jajaran civitas akademika, para wisudawan, serta orang tua murid.

Example 300x600

​Dalam penyampaiannya, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode ini menyoroti pentingnya pembangun jalinan kerja sama dan sinergi yang kokoh di seluruh tingkatan universitas. Penguatan tata kelola ini ditujukan untuk menjaga independensi lembaga sekaligus memastikan seluruh program kerja berjalan selaras dengan regulasi yang berlaku.

​”Upaya ini dilakukan untuk memastikan Unsultra tetap teguh menjaga standar tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tegas Nur Alam.

​Menurutnya, penguatan internal yang melibatkan koordinasi antara dewan pembina, pengurus yayasan, hingga jajaran pimpinan universitas menjadi kunci utama bagi Unsultra dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

​Selain menekankan konsolidasi organisasi, Nur Alam turut memaparkan pandangannya mengenai penerapan konsep Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Menurutnya, STEM tidak sebatas disiplin ilmu akademis di dalam kelas, melainkan dapat dimaknai sebagai filosofi dan pedoman praktis dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat.

​Pada penekanan aspek Science (Sains), para lulusan didorong untuk membiasakan diri memahami kenyataan berbasis fakta dan data ilmiah, bukan atas dasar asumsi maupun persepsi pribadi. Langkah ini dinilai penting di tengah masifnya gempuran arus informasi, kontrol algoritma media sosial, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

​”Saya berharap lulusan Unsultra bukan hanya berpendidikan, tetapi mampu berpikir kritis. Jangan mudah percaya hanya karena sesuatu itu viral atau banyak orang mengatakannya,” tegasnya.

​Ia menambahkan, pembentukan pola pikir kritis mensyaratkan adanya kerendahan hati untuk menerima fakta yang ada di lapangan, meskipun hal tersebut bertolak belakang dengan pandangan pribadi.

​”Berpikir kritis berarti bersedia mengikuti kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu memaksa kita untuk mengakui bahwa kita keliru,” tambah Nur Alam.

​Sementara pada aspek Technology (Teknologi), ia mengingatkan para alumni agar tidak memosisikan diri sekadar sebagai konsumen pasif dari perkembangan teknologi modern. Sebaliknya, penguasaan teknologi harus diarahkan untuk kegiatan produktif yang memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

​Memasuki fase pascakampus, Nur Alam mengingatkan bahwa momentum wisuda merupakan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Setiap alumni dituntut mampu mengombinasikan beragam disiplin ilmu, keberanian berinovasi, dan ketangguhan mental dalam menjawab tantangan global.

​Ia menjabarkan dua poin utama yang perlu dipegang teguh oleh para alumni, yakni ​pola pikir analitis dan Inovatif. Lulusan diharapkan memiliki ketajaman berpikir kritis layaknya ilmuwan, daya imajinasi kreatif seorang inovator, ketelitian struktur seperti insinyur, serta kesiapan kalkulasi matang sebagaimana matematikawan.

Serta ​nilai-nilai kemanusiaan dan integritas. Pencapaian akademis dan keahlian teknis harus tetap dilandasi oleh moralitas, kepedulian sosial, serta komitmen untuk menghadirkan solusi atas persoalan di tengah masyarakat.

​Nur Alam menegaskan bahwa indikator keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari pencapaian individu semata, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dibagikan kepada lingkungan sekitar.

​”Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tetapi tentang seberapa banyak yang bisa kita bawa naik bersama kita,” tegas Dr. Nur Alam di hadapan ratusan wisudawan, wisudawati, serta para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

​Mengakhiri sambutannya, Dr. Nur Alam menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua mahasiswa dan civitas akademika Unsultra yang telah mendampingi perjalanan akademik para wisudawan hingga menyelesaikan masa studinya.

​”Hari ini adalah hari kelulusan Anda, besok adalah hari pertama Anda membangun sesuatu. Pergilah, bangunlah, dan jadilah bagian dari generasi yang bukan hanya mampu membaca masa depan, tetapi berani menciptakannya,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600